Penyelenggaraan turnamen open mat ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kejuaraan provinsi yang kaku. Di sini, suasana kekeluargaan antar klub sangat kental, namun tetap menjunjung tinggi aturan teknis yang ketat. Format “Open Mat” memungkinkan siapa saja, tanpa memandang sabuk atau pengalaman bertanding yang lama, untuk merasakan sensasi berhadapan dengan lawan yang belum pernah mereka temui sebelumnya di tempat latihan harian. Bagi pengurus PGSI Manado, ini adalah cara paling efektif untuk memetakan distribusi talenta di seluruh penjuru kota dan memastikan bahwa regenerasi atlet tidak terputus pada generasi senior saja.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk uji mental bagi para praktisi pemula. Banyak pemain baru yang memiliki teknik luar biasa saat berlatih dengan rekan satu klub, namun mendadak kehilangan fokus dan kekuatannya saat harus melangkah ke tengah matras di bawah tatapan penonton dan wasit. Kegugupan, tekanan durasi waktu, dan adrenalin yang meledak-ledak adalah faktor-faktor yang hanya bisa dikendalikan melalui pengalaman nyata. Melalui turnamen ini, setiap anggota baru dipaksa untuk berhadapan dengan rasa takut mereka sendiri, belajar bagaimana mengatur napas saat tertekan, dan tetap berpikir jernih saat lawan mencoba melakukan teknik takedown yang agresif.
Selain aspek mental, turnamen ini juga menjadi ajang evaluasi teknis yang objektif. Pelatih dari berbagai sasana di Manado menggunakan kesempatan ini untuk melihat celah dalam pola latihan mereka. Apakah atlet mereka kurang dalam pertahanan kaki? Atau mungkin mereka terlalu lemah dalam posisi bawah? Hasil dari setiap laga dianalisis secara mendalam untuk menjadi bahan perbaikan di sesi latihan berikutnya. Keberanian untuk tampil dan dievaluasi di depan publik adalah langkah pertama menuju kedewasaan seorang atlet. Tanpa ujian seperti ini, seorang pegulat tidak akan pernah tahu di mana level kemampuannya yang sebenarnya jika dibandingkan dengan standar kompetisi regional.
Dukungan dari komunitas olahraga di Manado juga sangat berperan dalam menyukseskan acara ini. Kehadiran para senior yang memberikan arahan serta semangat kepada para junior menciptakan ekosistem yang suportif. PGSI Manado juga menyelipkan sesi edukasi mengenai pentingnya sportivitas dan etika bertanding di sela-sela jadwal pertandingan. Mereka diajarkan bahwa di atas matras kita adalah lawan yang saling menguji, namun di luar matras kita adalah saudara yang saling membangun. Nilai-nilai ini sangat krusial agar gulat tidak hanya dipandang sebagai olahraga adu fisik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter pemuda Manado yang tangguh dan berintegritas.
