Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menekankan pentingnya peran guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara kreatif dalam proses belajar mengajar. Permintaan ini disampaikan sebagai respons terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. DPR mendorong agar para pendidik dapat lebih inovatif dalam mengintegrasikan perangkat TIK ke dalam metode pengajaran mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan bagi siswa.
Menurut Komisi X DPR, penguasaan dan pemanfaatan TIK secara lebih inovatif oleh guru bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Di era digital ini, siswa tumbuh dan berkembang denganExposure teknologi yang tinggi. Oleh karena itu, guru perlu beradaptasi dan menggunakan perangkat TIK seperti komputer, internet, aplikasi pembelajaran, dan platform digital lainnya untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih engaging dan sesuai dengan gaya belajar siswa masa kini. Pemanfaatan TIK yang kreatif juga dapat membantu guru dalam menyajikan materi pelajaran dengan cara yang lebih visual, audio, dan interaktif, sehingga pemahaman siswa dapat meningkat secara signifikan.
DPR juga menyoroti bahwa pemanfaatan TIK secara lebih inovatif oleh guru dapat membuka berbagai peluang baru dalam pembelajaran. Misalnya, guru dapat menggunakan platform kolaborasi daring untuk memberikan tugas kelompok yang memungkinkan siswa bekerja sama secara virtual. Aplikasi kuis interaktif dapat digunakan untuk menguji pemahaman siswa secara menyenangkan. Bahkan, guru dapat memanfaatkan sumber belajar daring yang tak terbatas untuk memperkaya materi pelajaran dan memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa.
Pada tanggal 28 November 2023, dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, menyampaikan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mentransformasi pendidikan Indonesia di era digital. Beliau menekankan bahwa Kemendikbudristek perlu memberikan dukungan dan pelatihan yang memadai kepada guru agar mereka dapat lebih inovatif dalam memanfaatkan TIK secara efektif. Dukungan ini dapat berupa penyediaan infrastruktur TIK yang memadai di sekolah-sekolah, pelatihan berkelanjutan tentang pemanfaatan berbagai perangkat dan aplikasi TIK, serta pengembangan platform dan sumber belajar digital yang berkualitas.
Dengan guru yang semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat secara signifikan, menghasilkan generasi penerus bangsa yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan di era digital.
