Bahaya Dehidrasi Saat Cutting Berat Badan: Pesan Medis Penting dari PGSI Manado

Dalam cabang olahraga beladiri seperti gulat, kategori pertandingan ditentukan berdasarkan timbangan fisik atlet. Hal ini memicu sebuah praktik yang sangat umum namun berisiko tinggi, yaitu weight cutting atau penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat menjelang hari pertandingan. Di wilayah Sulawesi Utara, para praktisi kesehatan dan pengurus olahraga di bawah naungan PGSI daerah mulai memberikan atensi serius terhadap fenomena ini. Melalui sebuah kampanye edukasi kesehatan, muncul sebuah pesan medis penting mengenai Bahaya Dehidrasi Saat Cutting yang mengintai jika seorang atlet melakukan penurunan berat badan dengan cara yang salah, terutama melalui manipulasi cairan tubuh yang ekstrem.

Kota Manado yang dikenal memiliki cuaca tropis dengan kelembapan tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet gulat lokal. Dalam suhu yang panas, tubuh secara alami kehilangan banyak cairan melalui keringat. Masalah muncul ketika atlet dengan sengaja membatasi asupan air atau melakukan aktivitas fisik berat dengan pakaian tebal (sauna suit) demi mencapai angka timbangan tertentu. Kondisi dehidrasi yang dipaksakan ini bukan hanya menurunkan performa di atas matras, tetapi juga dapat memicu kerusakan organ permanen bahkan risiko kematian mendadak akibat kegagalan fungsi jantung.

Secara medis, dehidrasi berat menyebabkan volume darah dalam tubuh menurun, yang membuat darah menjadi lebih kental. Akibatnya, jantung harus bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bagi seorang pegulat, kondisi ini sangat fatal karena saat bertanding, mereka membutuhkan pasokan oksigen yang cepat ke jaringan otot. Jika darah terlalu kental, distribusi oksigen terhambat, yang menyebabkan kelelahan dini, kram otot yang menyiksa, dan penurunan drastis pada kemampuan koordinasi serta refleks. Banyak atlet di wilayah ini yang mengeluhkan pusing hebat atau pingsan sesaat setelah proses timbangan, yang merupakan tanda nyata bahwa otak kekurangan suplai cairan dan oksigen.

Selain masalah sirkulasi, dehidrasi ekstrem juga berdampak buruk pada fungsi ginjal. Ginjal membutuhkan air untuk menyaring racun dari dalam darah. Saat atlet melakukan cutting berat badan dengan cara “mengeringkan” tubuh, ginjal dipaksa bekerja dalam kondisi tanpa pelumas alami. Kerusakan pada sel-sel ginjal sering kali bersifat akumulatif; atlet mungkin tidak merasakannya saat ini, namun dampak gagal ginjal kronis bisa muncul di masa depan setelah mereka pensiun dari dunia olahraga. Tim medis dari organisasi gulat di daerah ini menekankan bahwa medali emas tidak sebanding dengan kerusakan organ yang harus ditanggung seumur hidup.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa